Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Untuk Sahabat

Beberapa waktu yang lalu penulis mendapatkan cerita nyata dari seseorang di forum. Cerita ini sudah mendapatkan persetujuan dari orang yang bersangkutan. Semoga dengan posting artikel tentang kisah nyata pengorbanan cinta untuk sahabat ini, pembaca bisa mendapatkan pelajaran dari pengalaman orang lain. Perkenalkan, nama saya Jois. Cerita ini diawali saat saya mengenal seorang wanita dari jejaring sosial. Saya dengan wanita ini hanya saling berbalas komentar di media sosial.

Singkat cerita, wanita ini di ajak oleh sahabat saya, sebut saja nama sahabat saya Ali. Sahabat saya itu mengajak nya ikut ke komunitas kami dan saya dikenakan dengan wanita ini oleh Ali. Di sana ada sahabat saya yang lain, sebut saja Budi dan teman-teman yang lainnya.

Pengorbanan Cinta Untuk Sahabat

Waktu pertama kali saya lihat dia, jujur saya kurang simpatik. Saya bergumam dalam hati "apaan sih wanita ini, sok iya banget". Saat itu kita sedang beristirahat di warung yang berada di puncak karena mereka konvoi, sedangkan saya dengan sahabat yang lainnya menyusul menggunakan mobil. Kami yang tak ikut konvoi karena berangkat dari Jakarta untuk menghadiri acara bakti sosial yang kami selenggarakan setiap bulan di Cipanas dan sekitarnya.

Setelah selesai istirahat, rombongan lanjut ke daerah Cianjur dan beristirahat tidur di sana karena waktu sudah jam 2 pagi. Kita harus beristirahat karena akan melanjutkan acara di pagi hari. Wanita ini kalau saya perhatikan seperti ada yang berbeda. Perhatian saya selalu tertuju pada wanita ini dan saya rasa dia adalah wanita yang sangat luar biasa. Saya selalu dibuat penasaran, sampai acara kami dimulai pun entah mengapa pandangan ini selalu tertuju ke dia.

Awalnya saya tidak mempedulikan rasa aneh ini, tapi hati tak bisa dibohongi sehingga ada perasaan selalu ingin memperhatikan nya. Singkat cerita setelah acara selesai, saya ber-komunikasi dengan dia melalui WhatsApp dan BBM. Kita berdua begitu dekat dan saya baru sadar ternyata saya mulai menyukai nya dan akhirnya hati saya yang hampa selama 3 tahun ini terketuk juga.

Dia memang bukan tipe wanita idaman saya, tapi mungkin Tuhan lah yang berkehendak membolak balikan hati manusia. Di lain hari saya mengajak dia untuk ikut ke acara komunitas di daerah bogor. Saat itu kita berangkat dari Jakarta jam 9 malam dengan mengendarai motor, karena saat itu saya belum mengetahui lokasinya.

Tibalah kami di lokasi itu sekitar jam 12 malam. Teman-teman saya di sana rupanya sudah menunggu dan tak lama dari itu kita semua kembali ke Jakarta. Waktu menunjukkan pukul 2 pagi dini hari. Akhirnya kita menuju ke rumah sahabat yang  lainnya untuk menginap, karena kebetulan rumah sahabat ini adalah tempat biasa untuk kami berkumpul bersama.

Jujur hati saya sangat bahagia kala itu karena dari mulai di perjalanan sampai tiba di rumah teman dia selalu bersama saya. Saya lihat dia lelah dan ngantuk, semua itu ter-gambar jelas di wajah nya. Akhirnya saya sadarkan dia di paha saya sebagai bantal agar dia dapat beristirahat dengan nyaman. Saya senang bisa memberi dia kenyamanan dan saya sendiri hanya duduk menunggu pagi dengan kaki yang keram dan ditambah rasa kesemutan.

Rasa keram, ngantuk dan kesemutan saya tahan agar tidur nyenyak nya tak terganggu. Pagi pun tiba, teman-teman yang lain sudah terjaga sedangkan saya sendiri masih menjaga dia dari tidur nyenyak nya. Sampai saatnya cukup, baru saya bangun kan dia untuk sarapan pagi bersama.

Sekitar pukul 11 siang, saya mengantarkan dia pulang. Sesampainya saya di rumah nya, kami ngobrol-ngobrol dan saya merasa hubungan ini semakin dekat. Kita sering telponan sampai dia tahu kalau saya menyukai nya. Karena dia sudah tau perasaan saya yang sebenarnya, akhirnya saya ceritakan alasan saya melakukan semua itu untuknya. Sepertinya dia sangat bahagia mengetahui hal itu.

Kita sering bertemu dan bercanda bersama hingga tak sadar waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Kita tidak memiliki status apa pun karena dari awal dia tak jujur kalau dia sudah memiliki pasangan. Saya tetap dekat dengan dia dan tak mau mengganggu hubungan mereka walaupun saya tau hubungan dia dengan pasangannya sedang berantakan.

Awal pertama pengorbanan cinta untuk seorang sahabat

Karena kedekatan ini, di acara rapat komunitas pun dia saya ajak dan dia juga otomatis dekat dengan sahabat saya Budi. Saya selalu berpikir postif walaupun mereka semakin dekat dan komunikasi mereka sampai ke jalur pribadi. Pikir saya "biar lah mereka akrab, lagian memang karakter wanita ini mudah akrab dengan siapa saja".

Hingga masa nya tiba perlakuan dia ke saya mulai berubah, dibarengi dengan kedekatan mereka berdua yang semakin dekat. Jujur saya cemburu dan dia juga bilang kalau Budi adalah teman biasa, sama seperti teman-teman yang lainnya.

Mulai dari acara komunitas, ulang tahun dan sebagainya dia saya ajak. Sakit nya itu saat saya melihat mereka nempel dan pelukan. Dia terlihat sangat akrab dengan sahabat saya Budi. Saya selalu mencoba berpikir positif waktu itu. Di acara itu kami disediakan alkohol. Saya sendiri memang tidak mau dan tak lupa juga saya mengingatkan dia untuk tak meminumnya. Tapi, dia malah minum saat diberikan oleh si Budi.

Dia meminum dalam jumlah banyak sampai muntah-muntah dan akhirnya mabuk tak sadarkan diri. Saya antar dia pulang dan saya jaga dia hingga pagi tiba. Saya bahagia bisa melakukan semua itu untuknya.

Pada saat saya berada di rumah nya, dia sering sekali sibuk chat dengan sahabat saya Budi. Saya mulai berpikir ternyata sahabat saya pun mulai menginginkan nya.

Sakit hati ini semakin menjadi karena sahabat

Singkat cerita, kita semua ingin bersenang senang di tempat karaoke dan wanita ini tetap saya ajak untuk karaoke bersama. Di tempat karaoke bukannya saya senang, saya justru sakit hati. Saya lihat saat dia makan suap-suapan dengan sahabat saya Budi. Saat itu saya pura-pura tidak melihat apa pun yang mereka berdua lakukan walaupun jarak kami begitu dekat, dia duduk di sebelah tempat saya duduk.

Beberapa saat kemudian saya tidak kuat menahan segala macam rasa yang ada di dalam dada, akhirnya saya pura-pura menerima telepon dan keluar untuk menenangkan diri sampai waktu karaoke hampir habis. Sampai lah wanita ini pulang bersama saya setelah membuat hati saya sakit. Di sepanjang perjalanan saya selalu diam dan diam.

Suatu hari saat kita ada rapat komunitas, saya tau kalau dia dijemput oleh sahabat saya Budi, karena sebelum acara dimulai, saya datang lebih awal dan saya lihat mereka berdua datang. Wanita ini mungkin tidak tahu kalau saya datang lebih awal, dia tak mau saya jemput dengan alasan naik Gojek dari tempat temannya, ternyata fakta nya sahabat saya Budi lah yang menjemput nya.

Setelah selesai rapat dia pun ikut pulang bersama saya dan saya pun tau dia ikut bersama saya karena merasa tak enak. Kita semua mampir di tempat biasa kami kumpul bersama dan sahabat saya Budi pun ikut. Saya kecewa sekali semenjak dia berubah, dulu kalau saya ingin ke rumah nya tinggal datang, tapi sekarang dia berbeda. Saya hanya bisa menyayangi nya dari jauh dan tetap selalu ingin dia terjaga.

Dulu saat makan siang saya selalu bersama dengan nya, tapi sekarang saya hanya diam-diam menaruh makanan di depan pintu rumah nya. Saya seperti ini sampai waktu menjawab dan saya harus benar-benar pergi dari kehidupan nya.

Benar saja, sekarang sahabat saya mampu membuat wanita yang sangat saya sayangi menjauh dan membenci saya. Bukan hanya itu, sahabat saya yang lain pun ikut membenci karena saya di fitnah oleh si Budi. Sungguh tega, sahabat apakah yang seperti itu? Sungguh menyakitkan pengorbanan cinta untuk sahabat.

Suka dengan blog ini? Subscribe dan dapatkan artikel terbaru lainnya langsung ke email anda:

0 Response to "Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Untuk Sahabat"

Post a Comment

Silakan tulis komentar sesuai dengan pembahasan. Mohon tidak membuat komentar spam, dan tidak menyertakan link aktif agar komentar anda disetujui untuk tampil.