Ilmu Pengetahuan dan Kepalsuan Di Internet

Tidak sedikit web/blog (situs) abal-abal yang menjadi eksis di internet karena kepalsuan yang di semai nya. Mengapa saya katakan demikian? Karena ada rasa keprihatinan saya sebagai penulis di era digital ini terhadap sebagian besar masyarakat kita yang dengan mudahnya mempercayai suatu kebohongan dan pembodohan massal di internet. Kita perlu lebih teliti menyerap informasi yang beredar di internet, agar kita tidak menjadi korban atau budak ilmu pengetahuan dan kepalsuan di internet dan tidak juga menjadi bola permainan oknum penebar informasi palsu yang tak bertanggung jawab.

Siapakah yang bertanggung jawab atas informasi palsu di internet? Tidak ada yang akan bertanggung jawab kecuali diri kita sendiri sebagai pengguna. Maka bijaklah menggunakan layanan internet. Sebagaimana arus informasi yang sangat deras mengalir dan tak akan mungkin di bendung.

Tujuan berita palsu di terbitkan bukan tanpa alasan, ada misi rahasia (ambisi) dari para penebar kepalsuan tersebut. Pengetahuan dan kepalsuan di internet sudah di kemas secara terselubung mulai dari alasan materi sampai dengan kepentingan organisasi, ideologi individu dan juga kelompok.

Pengetahuan dan Kepalsuan Di Internet

Lalu bagaimana cara sederhana agar kita teliti dan cermat untuk membedakan informasi palsu di internet? Cara sederhana nya adalah mengecek kebenaran informasi atau berita bukan dari satu sumber dan satu sisi sudut pandang saja, perhatikan informasinya dan carilah informasi terkait dari sumber lain.
Apakah anda rela jika remaja penerus bangsa menjadi zombie dari dampak informasi palsu yang beredar di internet?

Pengetahuan dan kepalsuan di internet menciptakan zombie

Zombie disini maksudnya seperti orang yang tidak sadar dengan pola berpikir nya sendiri, karena telah dikendalikan oleh suatu (eksternal) kelompok, organisasi atau individu. Jika kita di arahkan kearah kebodohan dan masuk ke dalam ruang ilusi secara berkesinambungan, maka kita akan merugi. Kita akan sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Kita akan mengalami kesulitan untuk membedakan berita palsu (fiksi) dan berita asli (fakta). Berita palsu yang mereka sebar mirip seperti metode cuci otak (hipnosis massal). Jika otak sudah di cuci atau dengan kata lain di program sedemikian rupa sesuai dengan kehendak para pemalsu berita, maka kepalsuan informasi selanjutnya mudah di sebarkan kembali.

Pelaku penebar kepalsuan di internet akan leluasa memanfaatkan pola pikir komunikan dan menjadikan para komunikan seperti zombie, itu semua dilakukan untuk kepentingan mereka tentunya. Secara tidak sadar kita telah dikendalikan. Mindset kita akan bergeser secara perlahan sesuai keinginan mereka.

Satu koin dengan dua sisi di internet

Ada banyak hal baik dan bermanfaat yang akan kita dapatkan melalui jagat maya (internet) ini, asalkan kita benar-benar mau dan mampu memanfaatkan nya. Manfaat tersebut bisa kita dapatkan dengan beberapa ketentuan. Misalnya lebih teliti agar kita dapat dengan mudah membedakan informasi palsu dan asli.

Anda perlu lebih lebih mawas diri agar informasi yang kita dapatkan mampu kita filter secara baik dan benar. Hindari menelan mentah-mentah informasi apa pun yang kita dapatkan dari internet. Terkadang kita menilai berita palsu menjadi seolah-olah asli di pikiran dan terkadang juga kita dengan mudahnya menilai berita asli menjadi berita palsu di pikiran.

Ciri-ciri orang yang mudah dipengaruhi Informasi palsu

Jenis konten  palsu umumnya di sebarkan ulang (re-posting) oleh korban tanpa disadari. Mirip seperti jaringan virus yang menyebar secara cepat, otomatis dan tidak terduga. Pemalsuan informasi di mulai dari gambar, video, sampai pada konten artikel.

Pola berpikir tumbuh dari pengalaman, pengetahuan dan semacamnya. Dimana kita berkumpul dan berkomunikasi paling dominan (komunitas), disana adalah tempat pembentukan sifat dan sikap kita.

Dampak pengetahuan dan kepalsuan di internet

Usia bukan jaminan terhindar dari dampak informasi negatif di internet. Tua dan muda sama-sama memiliki kemungkinan besar untuk menjadi korban penipuan informasi. Hal yang demikian bukan dikarenakan faktor kedewasaan atau usia seseorang, tetapi lebih kepada wawasan dan sudut pandang tiap tiap individu.

Berita palsu atau informasi palsu akan selalu ada sampai kapanpun juga dan akan selalu ada di semua kategori konten artikel atau berita. Mulai dari kategori politik, bisnis, hiburan, fenomena alam, sejarah, spiritualitas, keagamaan, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Jika kita mendapatkan informasi atau berita yang belum sepenuhnya kita ketahui, bijaknya kita tidak perlu bercerita ke orang lain sebelum semuanya kita ketahui dengan jelas. Kita juga tak perlu mengikuti pola permainan para durjana dengan cara membantu menyebarkan berita atau informasi milik mereka ke sosial media.

Hanya ini ulasan yang dapat saya bagikan untuk anda tentang ilmu pengetahuan dan kepalsuan di internet. Semoga artikel ini dapat memberikan nilai tambah untuk anda. Ingat, bagikan artikel ini juga untuk teman dan kerabat anda. Terima kasih.

Suka dengan blog ini? Subscribe dan dapatkan artikel terbaru lainnya langsung ke email anda:

8 Responses to "Ilmu Pengetahuan dan Kepalsuan Di Internet"

  1. Kunjungan balik mas. . . , memang nih buat saya internet sebenarnya banyak memberikan manfaat (bagi yang tau caranya dan benar penggunaanya) cuma sering banget disalahgunakan oleh oknum konten publisher untuk kepentingannya masing masing. Jadi inget jaman pilpres kemarin. mana yang benar mana yang salah jadi rancu buat yang baca.

    Yang semakin membuatnya mudah booming yaa dari medsos itu, secara Indonesia ini kan pengguna medsosnya melimpah.

    intinya artikel yang disampaikan diatas cukup mengena buat saya secara pribadi. Bagus mas, paling tidak bisa menambah wawasan dan membuat orang lain semakin waspada saat membaca informasi dari internet.

    oiya, untuk tag heading yang dimaksud ini, susunan heading tag di halaman secara keseluruhan atau cuma perubahan judul aja di halaman home sama halaman post ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip mas, kita juga perlu waspada. Ada banyak srigala lapar diluaran sana. Untuk persoalan tag kondisional main heading sudah beres kok mas. hihi

      Delete
  2. Wah panjang lebar tulisannya , salut sama Mas Nino Artikel... Cukup sulit rasanya kalau saya nulis sebanyak itu. kalau menurt Mas Nino nih saya termasuk golongan orang yang mudah terpangaruh info plsu gak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba di renungin sendiri, mungkin bisa dapet jawaban yang lebih pas. Hehe

      Delete
  3. Memang sangat memprihatinkan mas, jika melihat perkembangan informasi yang ada di internet sekarang ini. Sangatlah benar kalau berita-berita palsu tersebut dapat mempengaruhi pola pikir seseorang, apalagi bila cuma memandang sesuatu dari satu sisi saja tanpa mencari sumber yang lainnya.

    Umumnya berita-berita palsu muncul disaat suasana perpolitikan sedang memanas. Contohnya seperti sekarang ini mengenai pilgub jakarta.

    Saya sendiri miris kadang kalau melihat coment yang sangat tidak mendidik di media-media berita situs besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mas, apa yang dibilang mas Isrofi itu bener. Perlu lebih kritis supaya (utama blogger indonesia), tidak mudah termakan isu.

      Delete
  4. Blog-nya bagus Mas. Semoga semakin banyak blogger atau pemilik situs di media internet lebih bijak dalam menyajikan konten digital di dunia maya. Karna gimana pun memang sekarang ini udah jaman serba internet dan medsos. Apa-apa aja berita yang jadi pembicaraan hangat bisa jadi selalu merujuk dari apa yang sering dilihat di medsos setiap harinya.

    Salam kenal dari sesama blogger. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas. Iya betul mas, jaman sekarang internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Salam kenal kembali mas. :)

      Delete

Silakan tulis komentar sesuai dengan pembahasan. Mohon tidak membuat komentar spam, dan tidak menyertakan link aktif agar komentar anda disetujui untuk tampil.