Ternyata Banyak Muslim Indonesia di Pulau Cocos Australia

Pulau Cocos (keeling) memang lebih condong ke Indonesia, tapi tahukah anda tentang pulau Cocos Australia? Pulau kecil milik Australia ini 70 persen penduduk nya adalah orang melayu Indonesia dan 30 persen di isi oleh orang Eropa. Mulai dari budaya dan agama sama seperti mayoritas budaya dan agama di Indonesia. Ada sejarah di masa lalu yang membuat sebagian masyarakat Indonesia masih menetap dan berada di pulau Cocos Australia sampai saat ini.

Penduduk Australia di pulau Cocos memiliki wilayah atau penempatan lokasi yang tak sama antara masyarakat melayu Indonesia dan masyarakat Eropa. Untuk penduduk Australia yang berdarah melayu di pulau Cocos menempati wilayah yang bernama Home, sedangkan penduduk Australia yang berdarah Eropa ditempatkan di wilayah West Island. Kok bisa sih muslim Indonesia ada di pulau Cocos Australia?

Pulau Cocos Australia


Sejarah Orang Melayu di Pulau Cocos Australia

Sekitar tahun 1800-an orang melayu Indonesia dibawa oleh seseorang yang berasal dari Skotlandia, siapa dia? Dia adalah Alexander Hare. Ia membawa banyak orang melayu Indonesia untuk bekerja di pulau Cocos. Umumnya yang ikut bersama Alexander Hare adalah orang-orang dari daerah Sumatera, Cirebon, Batavia, dan Malaka. Setelah itu dengan sendirinya perpindahan tersebut kerap terjadi, mulai dari keluar dan masuk ke pulau Cocos dan lain sebagainya.

Nah unik nya, orang melayu Indonesia tetap menjadi mayoritas di pulau Cocos Australia. Keadaan seperti itu di pulau Cocos bertahan lama, sampai pada akhirnya Inggris menguasai pulau Cocos. Namun, kekuasaan Inggris tak begitu lama karena Australia berhasil menguasai pulau Cocos kembali sampai saat ini.

Para penduduk melayu di pulau Cocos waktu itu diberi pilihan untuk kemerdekaan. Yakni, berasosiasi bebas dengan Australia, atau integrasi secara menyeluruh dengan negara kanguru. Pada akhir kesepakatan, penduduk pulau Cocos memilih pilihan yang terakhir.

Budaya dan bahasa di pulau Cocos Australia

Meski pun penduduk di pulau Cocos jauh dari Indonesia, hal tersebut tak membuat mereka meninggalkan budaya dan bahasa sebagai identitas yang telah diwariskan oleh pendahulunya. Kebudayaan leluhur tetap mereka pertahankan, seperti kesenian, ritual dan lain sebagainya. Bahasa yang mereka pergunakan pun tetap bahasa melayu campuran.

Kosakata bahasa yang mereka gunakan adalah kombinasi dari bahasa Indonesia dan Malaysia. Hanya saja dialek yang mereka gunakan memiliki kombinasi dialek antara inggris dan Skotlandia. Situasi dan kondisi yang meliputi peradaban setempat lah yang mengubah dialek mayoritas muslim Indonesia di pulau Cocos Australia agak berbeda.

Penduduk pulau Cocos mayoritas beragama islam sunni dan nuansa keislaman di pulau Cocos juga cukup kental. Ini dibuktikan dari banyaknya Masjid di tiap-tiap sekolah yang mereka bangun. Bukan hanya syariat Islam yang ditegakkan mayoritas masyarakat muslim Indonesia di pulau Cocos Australia, tetapi juga soal perayaan agama, seperti hari raya Idul Fitri.

Perayaan idul fitri di pulau Cocos Australia tak kalah meriah seperti perayaan yang ada di Indonesia. Selain itu, nilai-nilai keislaman muslim Indonesia di pulau Cocos juga diterapkan dalam keseharian mereka. Contohnya seperti menggunakan jilbab, makan menggunakan tangan kanan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Itu saja yang bisa penulis sampaikan tentang pulau Cocos Australia yang di isi kebanyakan orang melayu Indonesia. Semoga bermanfaat dan dapat menambah khazanah pengetahuan anda.

Bilamana anda memiliki saudara yang tinggal di pulau Cocos Australia, anda bisa juga membagikan informasi kepada penulis terkait muslim Indonesia yang berada di pulau Cocos Australia melalui komentar. Terima kasih.

Suka dengan blog ini? Subscribe dan dapatkan artikel terbaru lainnya langsung ke email anda:

2 Responses to "Ternyata Banyak Muslim Indonesia di Pulau Cocos Australia"

  1. subhanallah makasih mas artikelnya bermanfaat sekali:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip, terima kasih kembali mbak. 😃

      Delete

Silakan tulis komentar sesuai dengan pembahasan. Mohon tidak membuat komentar spam, dan tidak menyertakan link aktif agar komentar anda disetujui untuk tampil.