Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner

Kekurangan menggunakan artikel spinner (article spinner) menjadi pembahasan yang tergolong langka/jarang sekali bisa kita temukan di hasil pencarian mesin pencari. Apakah ada hubungannya artikel spinner dengan posisi terbaik di mesin pencari? Resiko menggunakan artikel spinner adalah sulit muncul di SERPs atau di halaman pertama mesin pencari. Sulit bukan berarti tidak bisa tampil di halaman pertama (page one) mesin pencari.

Posting artikel hasil spinner masih mungkin menempati posisi terbaik nya, namun yang perlu diingat dan digaris bawahi, artikel spinner di halaman pertama mesin pencari tidak dapat bertahan lama. Selain peringkat di SERPs merosot, artikel spinner cenderung mudah di geser oleh penulis lain.

Apa penyebab artikel spinner masih mudah di senggol posisinya oleh penulis lain? Penyebab paling umum karena hasil artikel tidak readable. Bukan hanya itu, terkadang tingkat keunikan konten (skor) hanya berkisar 50% versi tools plagiarism.

Standar terbaik untuk skor keunikan konten adalah sebesar 80%. Apakah anda tahu, konten yang unik belum tentu orisinal! Tools spinner adalah program yang dapat membuat/menghasilkan nilai keunikan konten secara cepat (instan).

Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner

Konsep artikel spinner adalah merubah kalimat tanpa merubah makna, atau dengan kata lain tools spinner selalu menggunakan pola kalimat berbeda namun tetap memiliki penjelasan serupa/sama. Coba bayangkan, secara umum metode spinner (spinning artikel) mirip sekali dengan barang tiruan (KW) yang terlihat sama, namun kualitasnya berbeda.

Sederhananya, artikel spinner seperti orang yang sedang menjelaskan tata cara menuju ke pasar melalui jalan pertama, lalu pihak kedua menduplikasi penjelasan pertama untuk melewati jalan pertama. Padahal secara nalar masih banyak cara menunju ke pasar dalam contoh kasus tersebut dan masih banyak juga jalan lain yang dapat menjadi bahan penjelasan.

Apa sih maksudnya, masih bingung?! Sebagai contoh, penulis asli mengatakan "emben aku trisno karo kue", lalu pihak kedua mengatakan "agar saya cinta sama kamu". Apa bedanya?! Perbedaan hanya ada pada kalimat, tetapi tidak pada makna/arti.

Kerja tools spinner adalah mencari persamaan kata, namun yang amat disayangkan kebanyakan tools spinner menghasilkan struktur kalimat yang lebih buruk, misal susunan kalimat di atas menjadi "saya biar suka untuk kamu". Perhatikan, kalimat yang membingungkan bukan?!

Kalimat tersebut dapat membuat pembaca sulit memahami isi atau maksud kalimat di posting artikel blog anda. Jika terdapat banyak kesalahan pada rangkaian kalimat di posting artikel blog anda, maka pembaca akan memiliki pengalaman buruk, lalu pembaca memutuskan untuk keluar dan enggan membaca kembali walaupun mereka menemukan artikel anda di lain waktu dan kesempatan.

Cara kerja tools artikel spinner

Artikel spinner adalah artikel yang dihasilkan robot dengan cara merubah kata namun tetap memiliki persamaan makna/arti. Dalam pengertian lain di istilahkan sebagai pola merubah kata menggunakan metode sinonim. Contoh kalimat, "dampak menggunakan artikel spinner". Setelah kalimat tersebut di spin maka menghasilkan kalimat "efek memakai artikel spinner".

Hasil artikel masih bagus dan readable kan? Tapi tunggu dulu, itu kan hanya contoh dan dibuat secara manual. Persoalannya, tools spinner belum pernah penulis temukan mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas dalam konteks "readable dan unik konten secara bersamaan".

Apakah anda masih kurang percaya? Silakan anda coba sendiri dan gunakan beberapa tool spinner versi gratis yang banyak beredar di internet. Jadi, jangan senang dulu jika tools spinner memberikan hasil artikel readable, kemungkinan tingkat keunikan konten sangat rendah.

Selalu teliti dan cek konten artikel hasil spinner agar terhindar dari praktik duplikasi konten yang dapat membuat blog anda di hukum oleh Google DMCA karena anda akan dianggap melakukan spam atau melakukan pencurian karya berhak cipta.

Kenapa harus selalu dikaitkan dengan Google? Tanpa Google pencarian, situs Web/Blog anda akan kekurangan pengunjung, mengingat traffic yang dihasilkan oleh mesin pencari lain seperti Yahoo, Bing, Yandex dan lain-lain tidak begitu diminati oleh pengguna mesin pencari.

Agar Faktor UX tidak terabaikan, pertimbangan untuk membuat konten artikel readable. Faktor User Experience (UX) adalah salah satu sistem algoritma yang dapat membuat konten artikel anda naik ke peringkat pertama di mesin pencari. Tanpa pengalaman pengguna yang baik, mustahil artikel di website/blog anda dapat bertahan.

Faktor UX bukan hanya terletak pada konten artikel loh. Di lain kesempatan penulis akan mengulas tentang Faktor UX lebih dalam lagi. Bicara mengenai Faktor UX, penulis pernah juga membahas tentang skema "User Experience" di artikel yang berjudul cara membuat artikel yang berkualitas.

Perbedaan artikel spinner dengan re-write artikel

Sebelum artikel ini dipublikasikan, penulis pernah membuat artikel dengan judul Google pencarian membutuhkan konten unik dan berharga. Artikel unik saja tidak cukup, kita perlu menghasilkan konten artikel yang enak dibaca oleh manusia (readable) dan enak dibaca oleh mesin pencari (SEO friendly). Perbedaan artikel spinner dengan artikel rewrite ada pada cara pengerjaan.

Jika artikel spinner mengandalkan kinerja robot yang serba otomatis, maka metode re-write artikel mengandalkan imajinasi manusia (sistem manual). Rewrite artikel bukan hanya tentang praktik edit artikel dari kata "mulai" di ubah menjadi kata "memulai". Cara melakukan re-write artikel yang baik dan benar masih jarang sekali dipahami oleh blogger pemula.

Menulis kembali (re-write) tidak sama dengan menyerupai kembali. Perlu diingat, daripada kita terpaksa membuat artikel dari hasil spinner, lebih baik kita terpaksa melakukan re-write artikel. Konsep re-write artikel itu mudah, cukup baca dan pahami, setelah kita paham, tulis kembali berdasarkan penalaran kita tanpa meniru kalimat pihak pertama yang menjadi sumber informasi dan inspirasi tulisan kita.

Contoh kalimat asli: Pada suatu hari budi belajar membuat artikel unik dengan teknik re-write, namun karena budi merasa malas, ia justru melakukan kesalahan dengan cara membuat artikel dari hasil spin. Jika kalimat tersebut penulis re-write, maka akan menjadi: Awalnya budi belajar membuat artikel dengan metode rewrite, namun akhir-akhir ini budi menjadi malas dan melakukan kesalahan fatal menggunakan metode spin artikel. Tetap readable dan unik konten bukan?

Apakah setelah membaca ulasan tentang kekurangan menggunakan artikel spinner ini membuat anda menghindari pembuatan artikel di blog dengan metode spinner? Jika iya, selamat anda sudah memiliki kesadaran dan kembali membangun kredibilitas anda di mata mesin pencari dan di mata manusia.

Suka dengan blog ini? Subscribe dan dapatkan artikel terbaru lainnya langsung ke email anda:

17 Responses to "Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner"

  1. Wah baru tau saya, ternyata ada cara membuat artikel otomatis juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada mas, dari mulai versi gratis sampai versi berbayar. Versi premium untuk tool artikel spinner saya belum pernah nyoba, kemungkinan kualitasnya lebih bagus daripada yang versi gratisan.

      Delete
    2. sama nih, saya juga baru tau kalau ada kyak gituan. hehe

      Delete
    3. Wah hihi.. Ternyata banyak yang belum kenal tool spinner. Pantes jarang yang mengulas artikel tentang itu. :)

      Delete
  2. Hanya orang-orang yang kreatif saja yang menggunakan spinner he..he..
    Menyerahkan blognya pada alat bukan pada otaknya.
    Demi mengejar kuantitas tak peduli dengan kualitas, salut buat pencari jalan-jalan pintas. Itulah hebatnya orang-orang yang tinggal dibumi Indonesia ini. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sindirannya jleb banget. Betul sekali, artikel spinner memang fokus di kuantitas bukan di kualitas. Kerjanya cuma copas artikel di situs Web/Blog lain, setelah itu tinggal input di tool spinner dan tekan spin, otomatis deh jadi artikel nya walau pun berantakan. :D

      Delete
  3. Tetap tulisan sendiri jadi juara lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, artikel spinner kurang optimal dan kurang dihargai oleh mesin pencari. Jika hasil artikel di blog kita dari hasil jerih payah atau daya pikir dan imajinasi diri sendiri, maka mesin pencari dan manusia otomatis akan di apresiasi.

      Delete
    2. Ralat, agak typo hihi.. Maksudnya otomatis akan memberikan apresiasi.

      Delete
  4. Skill menulis gak akan meningkat kalo pake artikel spinner

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, sangat masuk akal, karena nantinya pengguna tool spinner akan terbiasa mengandalkan robot untuk membuat artikel di website/blog milik mereka. Keahlian menulis akan terasah lebih baik lagi dengan cara selalu membiasakan diri untuk menulis artikel secara manual.

      Delete
  5. Mas Nino, kalau di ditulis ulang dengan kalimat sendiri.
    Apa itu termasuk artikel spinner?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan bos, spinner itu istilah untuk pembuatan artikel menggunakan robot atau software secara otomatis.

      Delete
  6. Kesal gw, ga bisa masuk page 1. Ternyata yg Page 1 pake artikel spinner smua. Bisa ga tuh di laporin ke google ? Kesel gw . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa iya artikel original bisa kesalip. Pasti ada yang salah analisa! Hasil beli atau buat artikel sendiri?

      Delete
  7. punyaku sedikit masuk..secepatnya harus merubah ini..malu...hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. Ayo semangat dalam kreativitas mas.

      Delete

Silakan tulis komentar sesuai dengan pembahasan. Mohon tidak membuat komentar spam, dan tidak menyertakan link aktif agar komentar anda disetujui untuk tampil.