Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner - Nino Artikel

Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner

Kekurangan menggunakan artikel spinner (article spinner) menjadi pembahasan yang tergolong langka/jarang sekali bisa kita temukan di hasil pencarian mesin pencari. Apakah ada hubungannya artikel spinner dengan posisi terbaik di mesin pencari? Resiko menggunakan artikel spinner adalah sulit muncul di SERPs atau di halaman pertama mesin pencari. Sulit bukan berarti tidak bisa tampil di halaman pertama (page one) mesin pencari.

Posting artikel hasil spinner masih mungkin menempati posisi terbaik nya, namun yang perlu diingat dan digaris bawahi, artikel spinner di halaman pertama mesin pencari tidak dapat bertahan lama. Selain peringkat di SERPs merosot, artikel spinner cenderung mudah di geser oleh penulis lain.

Apa penyebab artikel spinner masih mudah di senggol posisinya oleh penulis lain? Penyebab paling umum karena hasil artikel tidak readable. Bukan hanya itu, terkadang tingkat keunikan konten hanya berkisar 50% versi tools plagiarism.

Standar nya, skor keunikan konten artikel berkisar 80-90 persen. Apakah anda tahu, konten yang unik belum tentu orisinal! Tools spinner adalah program yang dapat membuat/menghasilkan nilai keunikan konten secara cepat (instan).
Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner
Konsep artikel spinner adalah merubah kalimat tanpa merubah makna, atau dengan kata lain tools spinner selalu menggunakan pola kalimat berbeda namun tetap memiliki penjelasan serupa/sama. Secara umum metode spinner (spinning artikel) mirip sekali dengan barang tiruan (KW) yang terlihat sama dengan kualitasnya berbeda.

Sederhananya, artikel spinner seperti orang yang sedang menjelaskan tata cara menuju ke pasar melalui jalan pertama, lalu pihak kedua menduplikasi penjelasan pertama untuk melewati jalan pertama dengan bahasa yang berbeda bahkan tidak readable.

Secara nalar masih banyak cara menunju ke pasar dalam contoh kasus tersebut dan masih banyak juga jalan lain yang dapat menjadi bahan penjelasan. Itu lah bedanya mengambil ide tulisan dan menulis secara manual, dengan metode spin artikel.

Sebagai contoh, penulis asli mengatakan "emben aku trisno karo kue", lalu pihak kedua mengatakan "agar saya cinta sama kamu". Apa bedanya?! Perbedaan hanya ada pada kalimat, tetapi tidak pada makna/arti.

Kerja tools spinner adalah mencari persamaan kata, namun yang amat disayangkan kebanyakan tools spinner menghasilkan struktur kalimat yang lebih buruk, misal susunan kalimat di atas menjadi "saya biar suka untuk kamu". Perhatikan, kalimat yang membingungkan dan tidak enak dibaca.

Dampak negatif dari artikel spinner dapat membuat pembaca sulit memahami isi atau maksud. Jika terdapat banyak kesalahan pada rangkaian kalimat, maka pembaca akan memiliki pengalaman buruk, lalu pembaca memutuskan keluar.

Cara Kerja Tools Artikel Spinner

Artikel spinner adalah artikel yang dihasilkan robot dengan cara merubah kata namun tetap memiliki persamaan makna/arti. Dalam pengertian lain di istilahkan sebagai pola merubah kata menggunakan metode sinonim. Contoh kalimat, "dampak menggunakan artikel spinner". Setelah kalimat tersebut di spin maka menghasilkan kalimat "efek memakai artikel spinner".

Hasil artikel masih bagus dan readable kan? Tapi tunggu dulu, itu kan hanya contoh dan dibuat secara manual. Persoalannya, tools spinner belum pernah saya temukan mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas dalam konteks "readable dan unik konten secara bersamaan".

Apakah anda masih kurang percaya? Silakan anda coba sendiri dan gunakan beberapa tool spinner versi gratis yang banyak beredar di internet. Tetapi, jangan senang dulu jika tools spinner memberikan hasil artikel readable, kemungkinan tingkat keunikan konten sangat rendah.

Selalu teliti dan cek konten artikel hasil spinner agar terhindar dari praktik duplikasi konten yang dapat membuat blog anda bermasalah dengan tim Google DMCA karena anda bisa dianggap melakukan spam atau melakukan pencurian karya tulis berhak cipta.

Kenapa harus selalu dikaitkan dengan Google? Tanpa Google pencarian, situs web atau blog anda akan kekurangan pengunjung, mengingat traffic yang dihasilkan oleh mesin pencari lain seperti Yahoo, Bing, Yandex dan lain sebagainya tidak begitu diminati oleh pengguna mesin pencari.

Agar Faktor UX tidak terabaikan, pertimbangan untuk membuat konten artikel readable. Faktor User Experience (UX) adalah salah satu sistem algoritma yang dapat membuat konten artikel anda naik ke peringkat pertama di mesin pencari. Tanpa pengalaman pengguna yang baik, mustahil artikel di website/blog anda dapat bertahan dalam waktu yang lama di hasil pencarian mesin pencari.

Faktor UX bukan hanya terletak pada konten artikel loh. Saya pernah juga membahas tentang skema "User Experience" di artikel yang berjudul cara membuat artikel yang berkualitas.

Perbedaan Artikel Spinner dengan Re-write Artikel

Ingat, Google pencarian membutuhkan konten unik dan berharga. Artikel unik saja tidak cukup, kita perlu menghasilkan konten artikel yang enak dibaca oleh manusia (readable) dan mesin pencari (SEO friendly). Perbedaan artikel spinner dengan artikel rewrite ada pada cara pengerjaan.

Jika artikel spinner mengandalkan kinerja robot yang serba otomatis, maka metode re-write artikel mengandalkan imajinasi manusia (sistem manual).

Rewrite artikel bukan hanya tentang praktik edit artikel dari kata "mulai" di ubah menjadi kata "memulai". Cara melakukan re-write artikel yang baik dan benar masih jarang sekali dipahami oleh kebanyakan blogger.

Menulis kembali (re-write) tidak sama dengan menyerupai kembali. Daripada kita terpaksa membuat artikel dari hasil spinner, lebih baik melakukan re-write artikel versi modern.

Konsep re-write artikel versi modern dimulai dari membaca dan memahami. Setelah kita paham, tulis kembali berdasarkan penalaran kita tanpa meniru apalagi copas.

Kalimat asli: Pada suatu hari budi belajar membuat artikel unik dengan teknik rewrite, namun karena budi merasa malas, ia justru melakukan kesalahan dengan cara membuat artikel dari hasil spin.

Hasil rewrite dengan teknik modern: Mulanya budi belajar membuat artikel dengan metode rewrite, namun akhir-akhir ini budi menjadi malas dan melakukan kesalahan fatal menggunakan hasil spin artikel.

Contoh di atas tetap readable dan unik konten bukan, walaupun belum bisa dikatakan berharga. Apalagi artikel yang anda rewrite adalah artikel yang berada di halaman pertama mesin pencari, logikanya sudah sering dan banyak dibaca dan diketahui pembaca.

Setelah membaca ulasan mengenai kekurangan menggunakan artikel spinner ini, apakah anda memutuskan untuk menghindari pembuatan artikel di blog dengan metode spinner? Semoga bermanfaat.

Suka dengan blog ini? Subscribe dan dapatkan artikel terbaru lainnya langsung ke email anda:

19 Responses to "Resiko dan Kekurangan Menggunakan Artikel Spinner"

  1. Wah baru tau saya, ternyata ada cara membuat artikel otomatis juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mas, dari mulai versi gratis sampai versi berbayar. Versi premium untuk tool artikel spinner saya belum pernah nyoba, kemungkinan kualitasnya lebih bagus daripada yang versi gratisan.

      Hapus
    2. sama nih, saya juga baru tau kalau ada kyak gituan. hehe

      Hapus
    3. Wah hihi.. Ternyata banyak yang belum kenal tool spinner. Pantes jarang yang mengulas artikel tentang itu. :)

      Hapus
  2. Hanya orang-orang yang kreatif saja yang menggunakan spinner he..he..
    Menyerahkan blognya pada alat bukan pada otaknya.
    Demi mengejar kuantitas tak peduli dengan kualitas, salut buat pencari jalan-jalan pintas. Itulah hebatnya orang-orang yang tinggal dibumi Indonesia ini. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha sindirannya jleb banget. Betul sekali, artikel spinner memang fokus di kuantitas bukan di kualitas. Kerjanya cuma copas artikel di situs Web/Blog lain, setelah itu tinggal input di tool spinner dan tekan spin, otomatis deh jadi artikel nya walau pun berantakan. :D

      Hapus
  3. Tetap tulisan sendiri jadi juara lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, artikel spinner kurang optimal dan kurang dihargai oleh mesin pencari. Jika hasil artikel di blog kita dari hasil jerih payah atau daya pikir dan imajinasi diri sendiri, maka mesin pencari dan manusia otomatis akan di apresiasi.

      Hapus
    2. Ralat, agak typo hihi.. Maksudnya otomatis akan memberikan apresiasi.

      Hapus
  4. Skill menulis gak akan meningkat kalo pake artikel spinner

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, sangat masuk akal, karena nantinya pengguna tool spinner akan terbiasa mengandalkan robot untuk membuat artikel di website/blog milik mereka. Keahlian menulis akan terasah lebih baik lagi dengan cara selalu membiasakan diri untuk menulis artikel secara manual.

      Hapus
  5. Mas Nino, kalau di ditulis ulang dengan kalimat sendiri.
    Apa itu termasuk artikel spinner?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan bos, spinner itu istilah untuk pembuatan artikel menggunakan robot atau software secara otomatis.

      Hapus
  6. Kesal gw, ga bisa masuk page 1. Ternyata yg Page 1 pake artikel spinner smua. Bisa ga tuh di laporin ke google ? Kesel gw . . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa iya artikel original bisa kesalip. Pasti ada yang salah analisa! Hasil beli atau buat artikel sendiri?

      Hapus
  7. punyaku sedikit masuk..secepatnya harus merubah ini..malu...hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Ayo semangat dalam kreativitas mas.

      Hapus
  8. betul juga ya mas,Tapi mungkin artikel spinner ini bisa membantu dalam re write kembali,dalam artian Pengeditan kembali tuk mendapatkan artikel yg enak dibaca.Sedikit membantulah artikel spinner untuk mengasah kemampuan menulis secara manual...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, tapi sebaiknya gunakan metode rewrite untuk belajar menulis artikel secara efektif, bukan spin artikel yang notabene menyusun kosakata artikel secara otomatis.

      Hapus

Silakan tulis komentar sesuai dengan pembahasan. Mohon tidak membuat komentar spam, dan tidak menyertakan link aktif agar komentar anda disetujui untuk tampil.